Presenteeism, Hadir Tapi Tak Ada Hasil
Staff saya Atiek, dari pagi mengeluh sakit perut, pening-pening dan demam. Saya sudah memintanya pulang ke rumah kalau memang sakit, namun dia bersikukuh tetap di kantor, alasannya banyak tumpukan surat dan pernak-pernik pekerjaan lainnya yang harus diselesaikan. Jadilah hari itu–setengah “mabuk” karena sakit–sedikit demi sedikit dia selesaikan pekerjaannya di balik cubicle-nya yang sempit. Beberapa hari kemudian, ketika penyakitnya semakin terasa parah, dia “menyerah”. Sebuah sms terkirim ke telepon genggam saya, mengabarkan dia harus dirawat di rumah sakit karena typhus. ![]()