Sukses adalah Kemerdekaan (1)
Kita seringkali berangan-angan menjadi orang yang top. Waktu melihat demikian hebatnya Zinedine Zidane menggocek bola, kita pengen seperti dia. Alangkah enaknya, bila dapat bermain-main seenak hati, ditepuki riuh penonton, dielu-elukan fans, masuk headline berita surat-surat kabar dunia dan dikontrak milyaran rupiah! Sementara, kita kerja banting tulang di kantor yang demikian ’boring’, ’salary not up-up’ dan nggak ada yang terlalu menganggap penting kita selain anak bini di rumah yang butuh makan dan uang sekolah…. (cuciaaan deh lu….)
Sukses adalah sebuah kata yang sulit dimaknai. Seorang teman ditanya definisi sukses hidup dia, jawabnya: ”Pokoknya bisa nyekolahin anak sempai tinggi, biar mereka lebih baik dari bapaknya….” Lha, apa bedanya dengan definisi sukses milyaran penduduk lain di bumi? Tidak cukup greget untuk membuat perbedaan. He is just another man like millions others. Nothing special with him….
Tahukah anda, seorang Zinedine Zidane punya tiga kebebasan yang tidak dimiliki banyak orang lainnya? Di mana pun profesi anda, anda harus mendapatkan tiga kebebasan ini agar dapat sukses.
Kebebasan pertama adalah kebebasan dalam bertindak (freedom of). Dia ’bebas’ menggocek bola, menendang lurus ke gawang, mengecoh bek lawan, menyundul bola sambil berguling, seolah-olah bola sudah nempel ke badannya. Anda tidak memiliki kebebasan itu. Ketidakmampuan anda mengungkung anda dari memainkan bola selincah Zidane. Kebebasan dalam bertindak didapat dari ribuan jam belajar dan berlatih. Dia tidak mendapatkannya secara gratis. Dalam profesi apa pun, anda dapat keluar dari kungkungan ketidakmampuan bila anda berusaha keras dan tekun memperkuat keterampilan anda.
Kebebasan kedua adalah kebebasan untuk bertindak (freedom to). Zidane tidak bisa tampil dengan segala keterampilan bolanya, bila pelatihnya tidak menurunkannya ke lapangan. Dia juga dapat tidak keluar potensinya, bila dipaksa untuk tidak memakainya (Seperti kasus ’sepakbola gajah’ di Indonesia yang sangat memalukan. Masing-masing tim sepakat main mata agar sama-sama lolos ke babak berikutnya, atau karena suap). Anda juga dapat kehilangan freedom to, bila anda dibatasi kewenangannya di kantor atau tidak ditempatkan di posisi yang cocok dengan kualifikasi anda.
Kebebasan ketiga adalah kebebasan dari kungkungan pikiran anda (freedom from). Zidane bisa tampil prima, selain punya kemampuan dan dibebaskan tampil oleh pelatih, juga karena bebas dari rasa takut dan kurang percaya diri. Bila anda punya kemampuan dan diberi kewenangan, namun anda kurang percaya diri, maka anda tidak tampil prima. Petinju yang sehebat apa pun, ketika tampil menghadapi lawan yang dia takuti, kemampuannya tidak keluar. Ketakutan telah membelenggunya. Apakah anda merasa selama ini segala keterbatasan di lingkungan, di kantor dan sebagainya membelenggu anda? Hati-hatilah, jangan-jangan belenggu itu sebenarnya hanya ada di otak anda!