Pikiran yang Sok Melihat

Manusia bisa melihat dengan pikirannya. Untuk mengamati alam semesta yang dahsyat, kemampuan mata manusia amat terbatas. Teleskop Hubble yang paling hebat saja ”cuma” bisa melihat bintang sejauh 600 juta triliun km. Ketika Hubble tidak mungkin dipakai melihat, pikiranlah yang akan dipakai melihat.
Mau tahu contohnya?
Konon, para astronom punya keyakinan: ”Di galaksi mana pun anda berada di jagad raya (universe), jagad raya akan terlihat sama.” Hal ini karena ada prinsip homogenitas dan isotropi alam semesta. Homogenitas, artinya semua benda langit terdistribusi merata di semua ruang semesta. Isotropi, artinya ke arah manapun di lihat, alam semesta tampak sama.
Para astronom sangat yakin dengan hal ini, seolah-olah sudah pernah melihatnya dari galaksi lain. Kalau tidak percaya, silakan sampeyan lihat sendiri dari galaksi lain…..Jangan lupa SMS saya kalau sudah tahu hasilnya!
Subhanallah… Betapa indah ciptaan Engkau..
Tapi secanggih apa pun kita melihat, entah dengan mata lewat teleskop atau dengan pikiran, ternyata jatah ngintip kita sudah dibatasi. Jagad raya dapat kita amati “hanya” maksimal sejauh 13,5 milyar tahun cahaya.
Kenapa? Karena kalau jaraknya lebih dari itu, cahaya belum sampai ke kita. Masih dalam perjalanan. Lha, umur alam semesta khan baru 13,5 milyar tahun. Kalau mau melihat yang lebih jauh lagi, tunggu barang 0,5 sampai 1 milyar tahun lagi…. Insya Allah, kabar dari yang lebih jauh akan sudah sampai.
Weleh, enteng bener ngomongnya, yak? Lha, jangankan menunggu 0,5 milyar tahun, bisa hidup sampai umur 60 tahun juga sudah syukur….
(Ngomong-ngomong, jatah umur kita kok jadi terasa dikit amat yak? )