(Not) Good Morning
- Pagi hari, 7 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan AL Amerika di Pearl Harbor. Sebanyak 2.403 orang terbunuh (+55 pilot Jepang), 1.178 terluka, 4 kapal perang besar karam, 14 lainnya hancur dan rusak berat, 188 pesawat rontok dihajar di landasan dan hanggar pesawat.
- Pagi hari, 6 Juni 1944, Sekutu menyerang Jerman di Normandia dengan 6.203 kapal perang berbagai fungsi dan ukuran, 13.743 pesawat tempur, angkut dan pembom, 156.115 pasukan darat beserta 900 tank dan panser. Sebanyak 17.000 lebih tentara dari kedua sisi gugur dan terluka berat di hari itu.
- Pagi hari, 11 September 2001, WTC dan Pentagon dihantam 3 pesawat penerbangan sipil yang dibajak. Satu pesawat United Airlines 93, jatuh sebelum mencapai sasarannya (White House atau Capitol Building). Setidaknya sebanyak 2,986 orang meninggal dunia.
- Pagi hari, 26 Desember 2004, tsunami melanda Aceh, Nias, pantai selatan Thailand, dan pantai timur India dan Srilanka. Pagi itu manusia menyaksikan musibah alam terbesar abad ini, 186.983 orang meninggal dan 42.883 orang hilang.
- Pagi hari, 27 Mei 2006, gempa 5.9 skala richter terjadi di Yogya dan sekitarnya. Sejauh ini diketahui 5.195 orang meninggal dan ribuan luka-luka.
What do they have in common?
Musibah buatan manusia maupun maupun alam, hampir selalu terjadi di pagi hari. Seolah-olah, pagi hari adalah waktu yang cocok untuk melakukan peristiwa besar bernama bencana dan perang.
Bencana yang menimpa kaum Tsamud di kota Al-Hijr pun terjadi di pagi hari:
“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi” (Al-Hijr: 83)
Juga kaum Luth di kota Sodom dan Gomorah:
“Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?." (Huud: 81)
Perang zaman dahulu pun dimulai di pagi hari:
..dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi (Al-Aadiyaat: 3)
Kalau dalam sejarah Indonesia, kita kenal juga dengan peristiwa heroik serangan fajar di Yogyakarta yang berhasil menguasai Jogja dalam 6 jam untuk menunjukkan eksistensi pejuang-pejuang kita di mata internasional. Kita juga mengenal "serangan fajar", yang biasanya dilakukan kontestan Pemilu atau pilkada kepada para calon pemilih sebelum pencoblosan.
Oleh karena itu, kawan, sungguh nikmat bila setiap pagi kita bisa memberi salam “good morning”, “sabhal khair”, “sugeng enjing”.
Because morning is not always good…!