<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Cukai Banjir</title>
	<link>http://hendroprasetyo.blogsome.com/2007/02/09/cukai-banjir/</link>
	<description>pikiran yang mengubah anda</description>
	<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 04:59:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: krebo</title>
		<link>http://hendroprasetyo.blogsome.com/2007/02/09/cukai-banjir/#comment-45</link>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2007 11:58:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://hendroprasetyo.blogsome.com/2007/02/09/cukai-banjir/#comment-45</guid>
					<description>Walah mas, rakyat sudah gak butuh pemikiran. Yang dibutuhkan adalah tindakan. Kalau mikir seperti sampeyan itu, nggih nyuwunsewu, wong meteng ae iso. Namun kalau sudah masuk ranah aplikatif, sudahkah kita berbuat?
Ah... Kita cuma sekumpulan orang-orang naif yang suka berbicara dengan keabsurdan pikiran kita sendiri. Tertawa bangga setelah merilis blog yang kita sendiri takut melakukan apa yang kita tulis tadi. Dekadensi? Atau sekedar potret congkak zaman ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Walah mas, rakyat sudah gak butuh pemikiran. Yang dibutuhkan adalah tindakan. Kalau mikir seperti sampeyan itu, nggih nyuwunsewu, wong meteng ae iso. Namun kalau sudah masuk ranah aplikatif, sudahkah kita berbuat?<br />
Ah&#8230; Kita cuma sekumpulan orang-orang naif yang suka berbicara dengan keabsurdan pikiran kita sendiri. Tertawa bangga setelah merilis blog yang kita sendiri takut melakukan apa yang kita tulis tadi. Dekadensi? Atau sekedar potret congkak zaman ini?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
