Masih ingat dengan tokoh Vito Carleone yang diperankan oleh Marlon Brando dalam film the Godfather? Di film itu digambarkan bahwa dalam dunia mafia peran seorang don atau godfather sangat penting. Dia lah yang menjadi pusat loyalitas anggota mafia, yang berkhidmad padanya untuk mendapat perlindungan. Para godfather memiliki anggota jaringan yang luas, dari kepala polisi, pengacara, senator sampai tukang parkir yang siap bekerja untuk kepentingannya. Ikatan kekeluargaan dalam dunia mafia sangat kuat, pengkhianatan dapat berakibat kematian.
Dalam organisasi bisnis besar, kalau kita jeli mengamati juga terdapat pola hubungan seperti itu. Ada para godfather dan pengikut-pengikutnya yang loyal. Kita bisa melihat, misalnya, seorang direktur operasional yang senior dan ‘memiliki’ orang-orang yang menjabat di posisi keuangan, pemasaran, dan berbagai bagian lain perusahaan. Pak Anu, ‘orangnya’ pak Itu. Pak Ono ‘orangnya’ pak Ini.
Ada struktur organisasi yang sifatnya informal yang berbeda dengan struktur resmi. Hubungan antara godfather perusahaan itu dengan para loyalisnya bersifat saling menguntungkan. Godfather memberikan pengayoman dan memastikan perhatian yang cukup untuk perkembangan karir para loyalis. Dan sebaliknya, para loyalis memberi dukungan berupa segala keperluan emosional maupun politis sang godfather. Struktur organisasi resmi perusahaan tidak menggambarkan pola hubungan tersebut. Namun, eksekutif yang piawai selalu mengetahuinya, dan memanfaatkan untuk keuntungannya.
(more…)